Jakarta – Badan Strategi Kebijakan melaksanakan kegiatan Workshop Penulisan Buku Tema Tugas dan Fungsi Kementerian Hukum dan HAM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kepenulisan pegawai Kementerian Hukum dan HAM. BSK Kumham menghadirkan 13 penulis yang berasal dari seluruh unit pelaksana teknis Kementerian Hukum dan HAM se-Indonesia.
Kepala Pusat Strategi Evaluasi dan Informasi Strategi Kebijakan Hukum dan HAM Dr. Nofli menyampaikan apreasiasi yang besar bagi para penulis yang tulisannya akan diterbitkan nanti. “Terima kasih dan apresiasi atas semangat teman-teman semua, di tengah kesibukannya mampu menghasilkan tulisan yang berkualitas, karena tidak semua dapat melakukan hal tersebut,” jelas Nofli.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Prof. Wicipto Setiadi terus mendorong para peserta untuk mempertahankan semangat menulisnya. “Menumbuhkan semangat menulis memang tidak mudah, apalagi jika itu bukan tusi utama kita, namun jangan sampai hal tersebut menurunkan semangat kita semua untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi orang lain,” jelas Wicipto
Peneliti Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Harison Citrawan Damanik mengatakan bahwa dalam menulis ide yang menjadi inti sebaiknya tidak dijelaskan secara utuh di bab awal. “Pembaca menyukai hal-hal yang ‘kabur’, sehingga mereka menjadi penasaran dan membaca hingga selesai, dari penulis juga harus konsisten, dalam artian apa yang ditulis di bab terakhir merupakan penjelasan utuh dari tulisan di bab awal,” ujar Harison.
13 penulis sekaligus peserta workshop merupakan pegawai yang telah mengirimkan tulisan mereka ke BSK Kumham dan telah mendapat review dari para reviewer eksternal yang bekerja sama dengan Tim Publikasi BSK Hukum dan HAM, salah satunya adalah Prapti Sasiwi yang merupakan Penata Penerbitan Ilmiah Ahli Muda, Penerbit BRIN.
Prapti mengatakan bahwa setiap penerbit memiliki ciri khas nya masing-masing, untuk itu setiap tulisan yang telah di review nantinya akan disesuaikan dengan layout dari penerbit yang akan menerbitkan buku tersebut. “Masing-masing Penerbit memiliki gaya selingkungnya masing-masing, yang pasti adalah jangan sampai tulisan kita merupakan hasil plagiasi dari karya orang lain, karena ide merupakan hal sangat mahal,” jelas Prapti.





 (3)-120x86.png)






Sangat informatif dan Penjelasan yang diberikan sangat jelas dan mendetail