Jakarta (9/11) – Pada Rabu (9/11/22) Kementerian Hukum dan HAM melalui Balitbang Hukum dan HAM menggelar Seminar Nasional Kesehatan untuk memperingati hari pahlawan ke-77 yang jatuh pada tanggal 10 November 2022. Seminar dibuka langsung oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Prof Edward Omar Sharif Hiariej, dalam kesempatan tersebut Eddy menyampaikan kepada seluruh jajaran Kemenkumham, tamu undangan tenaga kesehatan, serta mahasiswa dari berbagai universitas yang turut mengikuti kegiatan sebagai peserta dalam seminar ini beliau mengatakan makna arti hari pahlawan bukanlah seremonial semata.
“Hari pahlawan kiranya tidak hanya sekedar diingat dan diperingati secara seremonial saja, pada setiap 10 November, namun lebih dari itu bagaimana kita dapat mengambil makna yang terkandung didalamnya, perjuangan dan pengorbanan para pahlawan diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk meneruskan pembangunan dan mengisi kemerdekaan,” ujar Edward.
Kegiatan Seminar Nasional Kesehatan ini bertepatan menjelang hari pahlawan ke-77 yang mengusung tema “Pahlawanku, Teladanku” dimuat dalam dua sesi dengan seminar sesi pertama menghadirkan narasumber profesional dibidang kesehatan mulai dari Dewan Pembina Perhimpunan Ergonomi Indonesia Prof. Ir.Yassierli, MT., PhD., CPE kemudian Internist – Consultant of Allergy and Clini cal Immunology Dr.dr Sukamto Koesnoe, MD, Ph.D serta Mental Health Implementation Dr.dr Nova Riyanti Yusuf , SpKJ hingga Penggiat Kebugaran dan Kesehatan Liza Natalia.
Seminar yang digelar di gedung selasar AHU Kementerian Hukum dan HAM ini diselenggaran untuk memfasilitasi dan mengedukasi pegawai sekaligus masyarakat yang mengikuti secara daring akan pentingnya kesadaran kesehatan dalam dunia kerja, hal tersebut disampaikan langsung oleh Yayah Mariani Sekretaris Balitbang Hukum dan HAM.
“Kami dari kementerian hukum dan Ham memberikan suatu informasi Edukasi terhadap masyarakat karena pesertanya bukan hanya dari kementerian hukum dan Ham tenaga kesehatan juga secara nasional seluruh Indonesia kami hadirkan supaya mengingatkan kembali sebagai mitigasi bahwa kita harus sehat sehat dulu baru produktif,” Ujar Yayah. (*Humas)

 (3)-120x86.png)





