Jakarta (04/02)- Omicron yang merupakan varian baru Covid-19 pada akhirnya ditemukan juga di Indonesia pada 15 Desember 2021 lalu. Sejak pertama kalinya virus Covid-19 muncul di dunia pada akhir tahun 2019, diketahui telah banyak bermunculan berbagai varian di berbagai penjuru dunia, mulai dari varian Alpha (Inggris), Beta (Afrika Selatan), Delta (India), Gamma (Jepang/Brazil) dan lain sebagainya, sampai yang terbaru adalah varian Omicron. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali melaporkan kemunculan varian tersebut dari Afrika Selatan pada 24 November 2021.
Dr. Doris Simorangkir yang hadir sebagai narasumber dalam Kegiatan Ngobrol Bareng Terkait Update COVID-19 menyampaikan bahwa Omicron memiliki sifat dan menimbulkan gejala yang berbeda dari sebelumnya. Dokter Doris juga menegaskan bahwa cara yang paling efektif untuk menghadapinya, dalam hal ini mencegahnya, tetap dengan menjaga dan menjalankan prinsip 5M protokol kesehatan, layaknya rutin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas. “Cara mencegahnya sama dengan varian-varian covid yang lalu. Karena pencegahan dengan menggunakan masker, kemudian menjaga jarak, menghindari kerumunan (dan lain sebagainya) itu betul-betul memutuskan rantai (penyebaran) yang paling efektif,” tutur dokter Doris.
Dokter Doris juga menyampaikan dibandingkan dengan varian Alpha; Beta; Delta, varian Omicron lebih banyak hinggap di bagian saluran pernafasan. Sedangkan varian Alpha; Beta; Delta lebih banyak hinggap di bagian paru. ” Jadi yang (varian) dulu-dulu lebih gampang berkembang biak di paru-paru daripada di atasnya (saluran pernafasan), sehingga efeknya gejala sesak nafas lebih banyak yang dulu (di varian Alpha; Beta; Delta),” jelas dokter Doris
Sementara itu, dalam sambutannya saat membuka acara, Kepala Balitbangkumham Sri Puguh Budi Utami berpesan agar pegawai Balitbangkumham menerapkan protokol kesehatan dan seceatnya mendapatkan vaksin ketiga untuk mencegah penularan virus corona. Namun, tetap penting juga untuk memastikan kebutuhan nutrisi tubuh kita tercukupi dengan baik guna menangkal risiko berbagai penyakit.Pemenuhan nutrisi sangat erat kaitannya dengan kekebalan tubuh dan dengan risiko penularan infeksi serta keparahan gejalanya. ” Sebab, orang-orang yang asupan gizinya kurang baik dilaporkan memiliki risiko lebih besar untuk tertular berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, virus, dan lainnya,”pesan Utami.


 (3)-120x86.png)





