Nusa Dua, Bali – Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM sebagai Narasumber pada kegiatan Coaching Clinic sebagai rangkaian kegiatan RB Xperience yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Centre Bali.Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas menyampaikan pada pembukaan bahwa nama RB Xperience tidak hanya sekedar sebagai sebuah seremonial saja, tapi sebagai salah satu bentuk strategi untuk membumikan reformasi berdampak. “Instansi yang RB-nya bagus dengan dampak nyata di masyarakat kita hadirkan, semuanya bisa menggali best practices itu untuk diterapkan di wilayah masing-masing,” jelas Abdullah.Acara dilanjutkan dengan coaching clinic yang dibagi per ruangan, Dr. Y. Ambeg Paramarta memberikan materi pada Kelas general 2 dengan tema Penguatan Kualitas Kebijakan, Reformasi Hukum, dan Zona Integritas. Bersama dengan 2 narasumber lain, Dr. Suwatin Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Kamaruddin Asisten Deputi Perumusan dan Koordinasi Kebijakan Penerapan Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN RB, Ambeg menyampaikan pentingnya penilaian Indeks Reformasi Hukum tidak hanya bagi instansi pusat tapi juga di wilayah.”Memang di tahun 2023, presentasi Kementerian/Lembaga dan Pemda yang ikut meningkat yang semula 38% menjadi 64,78% namun meski begitu masih banyak instansi yang memiliki nilai cukup, padahal minimal nilai yang harus diperoleh adalah baik.” Ujar Ambeg.Ia juga menyampaikan bagaimana tips dan trik bagi setiap instansi di wilayah untuk perbaikan penilaian Indeks Reformasi Hukum, salah satunya adalah dengan membentuk tim yang solid. “Selain tim penilaian pusat, tim kantor wilayah Kemenkumham juga perlu membentuk tim yang solid, karena tim yang dibuat merupakan perpanjangan tangan dari tim pusat,” jelas Ambeg. (*Humas)

 (3)-120x86.png)





