(24/4) Jakarta. Koperasi Pengayoman Pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KPPDK) menggelar Rapat Anggota Tahunan tahun buku 2017 pada Selasa, 24 April 2018. Rapat yang digelar di Graha Pengayoman, Gedung Sekretariat Jenderal ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dr. Bambang Rantam Sariwanto. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan anggota koperasi. Hadir pula pengurus dari Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM, Jaya Laksana (Ketua), Tati Hartati (Sekretaris) dan Kessy Warsiningsih (Bendahara) dan anggota Ernie Nurheyanti, Sri Winarsih, serta Kuswardini.
Ketua Panitia Penyelenggara, Drs. Ulangmangun Sosiawan, M.H. menyatakan dalam sambutannya bahwa Rapat Anggota Tahunan adalah sarana untuk memaparkan hasil kerja jajaran pengurus dan pengawas Koperasi di tahun buku 2017. Sambutan juga diberikan oleh Ketua Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKKPRI) DKI Jakarta, Hasanuddin; Kepala Suku Dinas Koperasi (Sudinkop) Jakarta Selatan, Andrianto; dan Penasehat KPPDK, Soejetty Wardhanto.
Berdasarkan pemaparan Hasanuddin, KPPDK merupakan salah satu koperasi besar di wilayah DKI Jakarta. “KPPDK menaungi 315 koperasi primer di DKI Jakarta dengan jumlah anggota sebanyak 3.870 orang. KPPDK juga menjadi koperasi dengan usaha paling banyak diantara koperasi primer di DKI Jakarta.” Selain itu, Hasanuddin menilai jika analisa likuiditas dan solvabilitas KPPDK sangat baik. “Ada kenaikan total aset dari tahun lalu sebanyak 7%. Sebelumnya 147 Miliar (rupiah) dan tahun ini meningkat menjadi 157 Miliar.”
Penyelenggaraan RAT tahun buku 2017 pada April 2018 juga mendapat apresiasi dari Kepala Sudinkop, Andrianto. Hal ini didukung pula oleh Soejetty yang menekankan bahwa pengurus KPPDK telah berkomitmen untuk menyelenggarakan RAT tidak lebih dari Bulan Juni pada tahun berikutnya.
Sekretaris Jenderal dalam arahannya menekankan pentingnya simpanan sukarela untuk kemajuan koperasi. Menurutnya, kesejahteraan dapat dicapai dengan intensifikasi aktivitas anggota sehingga mendorong kemajuan koperasi. “Pencapaian yang sudah dihasilkan pengurus kita menjadi bagian dari koperasi yang sehat. Maka pemanfaatan dan pengelolaan harus terus dikembangkan agar semua bisa merasakan keuntungan koperasi,” ungkap Bambang. (shaf)
Editor: Ernie Nurheyanti


 (3)-120x86.png)





