Jakarta (16/08) – “Krisis, Resesi dan Pandemi itu seperti api, kalau bisa dihindari tapi jika terjadi banyak hal yang bisa dipelajari, seperti api yang membakar tapi juga menerangi, jika kita bisa mengendalikan api maka bisa menjadi inspirasi dan memotivasi, memang bisa menyakiti tapi sekaligus menguatkan. Pandemi ini mengajari kita untuk mawas diri sekaligus menguatkan kita untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan. Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar ketahanan kita diasah, ujian dan asahan yang tak terpisahkan dapat membuat kita semakin mampu menjadi bangsa yang kuat, kokoh, dan bisa menang dalam pertandingan,” ujar Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada Pidato Kenegaraan Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD hari ini.
Dalam pidatonya Presiden juga mengatakan bahwa setiap resesi, krisis dan pandemi yang terjadi setelah kemerdakaan membangun bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih kuat dan lebih tahan banting, kokoh. “Adanya Covid-19 yang telah melanda bangsa Indonesia selama satu setengah tahun ini membangkitkan semangat gotong royong bangsa Indonesia menguat luar biasa, keterlembagaan antar desa, pusat dan daerah mengalami konsolidasi yang membuat penanganan pandemi lebih baik, selain itu kesadaran dan antusiasme masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, vaksinasi dan bahkan kepedulian antar sesama semakin kuat, bahkan saat ini semakin terbangun kesadaran bahwa kesehatan bukan hanya tugas individu, namun juga tugas bersama,” tambah Joko Widodo.
Rangkaian kegiatan Rapat Paripurna Tahunan dilanjutkan dengan agenda pidato kenegaraan Presiden mengenai keterangan pemerintah atas RUU Angggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022 beserta nota keuangannya. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa RUU APBN 2022 harus menjadi APBN yang antisipatif. “Tahun 2022 masih merupakan tahun yang penuh dengan ketidakpastian, maka dari itu perlu adanya APBN yang antisipatif dan responsive, makan APBN 2022 9,4% atau sejumlah 290 Triliun rupiah akan dialokasikan kepada Kesehatan, tidak hanya untuk menangani Covid-19, tapi juga untuk menangani stunting, dan berkelanjutan program JKN,” ujar Joko Widodo.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pimti dan seluruh pegawai di lingkungan Balitbangkumham secara daring lewat kanal live straming Youtube. (Humas)


 (3)-120x86.png)





